Jeritan Tenaga Kerja Lokal yang bekerja di PT. Conch South Kalimantan Cement ini membuat gempar dunia maya. Perusahaan semen asal China ini diketahui telah memperlakukan tenaga kerja lokal dengan tidak manusiawi. Coba bayangkan, bila seorang pekerja pamit buang hajat maka dia dikenai denda Rp. 200.000, apabila sakit maka juga harus membayar Rp. 500.000/hari. Belum lagi perlakuan lainnya.
Sebagaimana dituturkan oleh laman Facebook akun Pulau Banuar Banjar informasi ini didapat dari keluhan para pekerja, yang mana diinformasikan bahwa Dinas Tenaga Kerja Tabalong pun sudah tidak berdaya dengan perusahaan ini.
Berikut isi pengantar postingan halaman facebook tersebut :
Sungguh diluar akal sehat. Aturan mana yang dipakai oleh PT Conch South Kalimantan Cement untuk memperlakukan tenaga kerja lokal di pabrik semennya. Sementara Dinas Tenaga Kerja Tabalong tidak berdaya dengan perusahaan asal Cina ini.
Hasil investigasi dari para pekerja lokal yang bekerja di pabrik semen PT Conch mengeluh bahwa hak-hak mereka selama bekerja banyak yang diabaikan. Para tenaga kerja wajib bekerja selama 8 jam sehari. Untuk duduk istirahat saja mereka tidak diperbolehkan dan akan mendapatkan sangsi pemotongan gaji apabila melakukan pelanggaran.
Para pekerja selama bekerja tidak diperkenankan untuk buang air besar (BAB), dan apabila mereka nakat maka gajihnya akan dipotong 1 poin yakni sebesar Rp200 ribu sekali BAB, kalau dua kali BAB maka akan dipotong 400 ribu.
Tidak hanya itu, apabila pekerja lokal ada yang sakit mereka juga akan mendapat potongan gajih sebesar Rp500 ribu/hari, meskipun pekerja tersebut sudah mendapatkan surat keterangan sakit dari dokter.
Aturan apa ini, PT Conch berada di negara Indonesia dan kita memiliki nilai-nilai budaya sendiri. Ini bukan negara Cina mereka tidak bisa seenaknya memperlakukan pekerja lokal semaunya seperti kerja paksa saja di jaman penjajahan.
Yang lebih gila lagi, apabila pekerja tersebut turun kerja maka ia akan dipaksa untuk memotong rumput disekitar conveyor sebagai sangsi fisik atas pelanggaran karena tidak bekerja. Coba bayangkan semua mata di daerah ini tidak ada yang tahu penderitaan tenaga kerja lokal disana, kalau kami tidak buka maka tidak akan ada yang tahu kalau perlakuan Conch kepada tenaga kerja Indonesia seperti budak dan ini sangat menghina bangsa ini.
Permasalahan dan jeritan tenaga kerja ini sudah diadukan dan dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja Tabalong. Tetapi Dinas yang membawahi ketenagakerjaan ini seperti tidak berdaya dengan perusahaan semen itu.
Diakhir postingannya akun tersebut meminta kepada netizen untuk membantu menyebarkan informasi ini agar segera mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berwenang. Sampai berita ini diturunkan sudah dibagikan lebih 16 ribu kali dengan jumlah like 6,5K dan jumlah netizen yang berkomentar 2,4 ribu. [fb]


